Untuk Apa Bicara Terorisme saat Rakyat Susah?

Untuk Apa Bicara Terorisme saat Rakyat Susah?

Duffytheseaturtle.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas merespons penjelasan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait ciri-ciri penceramah radikal.

Melansir Wartaekonomi.co.id — jaringan Duffytheseaturtle.com, Anwar Abbas bahkan mengutip pernyataan ekonom Amerika Serikat Milton Friedman dalam bukunya yang berjudul Free to Choose.

Read More

Pernyataan Milton yang dikutip oleh Anwar Abbas menyebutkan kombinasi kekuatan ekonomi dan politik yang berada di tangan yang sama akan menjadi resep seorang tirani.

“Baca sajalah pernyataan Milton Friedman ini, akan tahu apa yang sedang terjadi di negeri ini,” kata Anwar Abbas dilansir wartaekonomi, Senin (7/3).

Baca Juga:
Soal Penceramah Radikal, Gus Najih: Kelompok Mereka Berusaha Mengelabui TNI-Polri

Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas . [Antara/Fransiska Ninditya]

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa dengan sebutan Buya Anwar memberikan sebuah video warga yang sedang antre membeli minyak goreng sejak pukul 04 pagi.

“Coba lihat bagaimana susahnya masyarakat, memangnya para pemimpin dan para politisi sibuk memikirkan dan mengurusi rakyatnya. Untuk apa bicara tentang terorisme di saat rakyat susah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid menjelaskan 5 ciri-ciri penceramah radikal.

Hal ini disampaikan Ahmad Nurwakhid dalam siaran pers BNPT pada Sabtu (5/3).

Baca Juga:
Jadi Ahli A de Charge di Sidang Teroris, Petinggi MUI: Saya Meragukan Munarman Gabung ISIS



#Untuk #Apa #Bicara #Terorisme #saat #Rakyat #Susah

Sumber : www.suara.com

Related posts