Susu Pasteurisasi VS Susu UHT. Apa Perbedaannya?

Susu Pasteurisasi VS Susu UHT. Apa Perbedaannya?

Susu sapi merupakan nutrisi tambahan yang menjadi pelengkap 4 sehat 5 sempurna. Susu dikenal memilki kandungan protein dan kalsium yang tinggi untuk kesehatan tubuh dan menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu, susu juga mengandung karbohidrat dan vitamin. Agar susu dapat disajikan dan dikonsumsi, susu harus melewati proses sterilisasi yang cukup panjang. Susu sapi kemasan yang banyak ditemukan dipasaran biasanya terdiri dari dua jenis produk, yaitu Susu Pasteurisasi dan Susu UHT (Ultra High Temperature). Kedua susu tersebut ternyata memiliki perbedaan mendasar pada tata cara pemrosesannya. Tujuannya adalah agar susu dalam kemasan dapat aman dikonsumsi dan tahan lama. Lalu, apa perbedaannya? Berikut penjelasannya.

Read More

Proses Pengolahan

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT (Ultra High Temperature) memiliki perbedaan pada proses pengolahannya, yaitu jumlah temperature dan waktu pemanasan. Proses pengolahan Susu Pasteurisasi dilakukan dengan pemanasan pada suhu 72-85 derajat Celcius selama 10-15 detik. Berbeda dengan Susu Pasteurisasi, Susu UHT dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi, yaitu pada 135-145 derajat Celcius selama 2-4 detik. Pemanasan menggunakan suhu tinggi tersebut memungkinkan susu sapi dapat aman dikonsumsi hingga 6 bulan, selama kemasan belum dibuka dan disimpan dengan baik.

Sterilisasi Bakteri

Menurut Laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat atau U.S Food and Drug Administration, susu murni (susu yang belum melalui proses pengolahan) membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli dan Listeria. Bakteri tersebut dapat berisiko menyebabkan penyakit bagi tubuh. Proses Pasteurisasi dapat membunuh bakteri berbahaya tersebut, namun tetap menyisakan bakteri non-patogen yang dapat merusak susu. Sedangkan Proses Ultra High Temperature (UHT) secara efektif dapat membunuh seluruh bakteri pada susu. Namun, proses ini dapat menyebabkan perubahan rasa pada susu yang kita minum.

Denaturasi Protein

Salah satu masalah yang muncul pada Susu UHT adalah adanya denaturasi protein dalam susu, atau dalam kata lain kandungan protein mengalami perubahan dan menjadi lebih rendah dibadingkan dengan Susu Pasteurisasi. Selain itu, kalsium pada Susu UHT menjadi bersifat tidak larut yang akan menyebabkan kalsum akan sulit diserap oleh tubuh setelah disterilisasi dengan suhu tinggi.

Kandungan Nutrisi

Proses pemanasan atau sterilisasi menyebabkan hilangnya nutrisi ringan dalam susu. Jurnal Universitas Minnesota menyebutkan bahwa Susu Pasteurisasi kehilangan 3-4 persen tiamin (vitamin B1), kurang dari 5 persen vitamin E, dan kurang dari 10 persen biotin (vitamin B7) selama proses pemanasan. Sedangkan pada Susu UHT, penurunan kandungan nutrisi bahkan lebih tinggi, namun memberikan umur simpan susu kemasan lebih lama.

#Susu #Pasteurisasi #Susu #UHT #Apa #Perbedaannya

Sumber : mamagini.suara.com

Related posts