Perang Rusia-Ukraina, Pro Kontra Netizen ke Putin Membara di Medsos

Kata kunci Putin membara di media sosial Twitter usai Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan negaranya menginvasi Ukraina.
Twitter bahkan terpantau mengalami overcapacity saat ini saat perang kedua negara sedang berlangsung.

Putin telah mengumumkan operasi militer khusus ke Donbas, wilayah di timur Ukraina pada Kamis (24/2) pagi.

Langkah invasi tersebut lantas memicu ledakan respons dari netizen di media sosial Twitter. Menurut pantauan kami pada Kamis (24/2) pukul 13.40 WIB, kata kunci Putin telah dimuat dalam lebih dari 2,019 juta cuitan.

Salah satu netizen bernama @Ikhsanmochd bahkan menyebut Putin sebagai pemimpin haus darah.

“Sisa-sisa pemimpin Tirani yang masih haus darah, memang tidak diragukan lagi, Vladimir Putin adalah jawabannya,” katanya dalam sebuah cuitan, Kamis (24/2).

Komentar lain datang dari netizen bernama @naa__oboshie yang mengkhawatirkan nasib anak-anak dan wanita di daerah konflik tersebut, seraya berharap Tuhan meluluhkan hati Putin untuk menghentikan perang.

“Tidak ada kemungkinan baik yang bisa terjadi pada wanita dan anak-anak. Tuhan tolong lunakkan hati Putin untuk mengakhiri perang ini,” katanya.

Selain itu, netizen lain menyarankan NATO menggertak Putin dengan menyebut Ukraina akan bergabung dengan NATO kecuali Putin menghentikan invasinya.

“Beri tahu Putin bahwa mereka akan menerima Ukraina ke dalam NATO besok kecuali dia mundur dan segera berhenti,” kata @Tlucke3.
Lebih lanjut, akun lain bernama @thepanturas berkelakar dengan menyebut Putin tidak lagi memiliki media sosial, sehingga sulit menegur Presiden Rusia tersebut.

“Putin ngga punya sosmed lagi, jadi bingung mau negornya gimana,” katanya.

Related posts