Pamali dari Game Horror sampai Film

Pada tanggal 6 Oktober 2022 kemarin, film horror berjudul Pamali hadir di bioskop di Indonesia. Namun, ternyata bukan hanya di bioskop Indonesia saja. Berbagai berita hiburan terkini seputar game juga mencatat film ini memiliki versi game dengan judul yang sama.

Game adaptasi Pamali ini dikembangkan oleh StoryTale Studio yang sudah dikeluarkan dari tahun 2018. Studio ini juga sebenarnya cukup sukses dalam memproduksi game dengan genre Horror misalnya saja DreadOut yang merupakan kesuksesan besar sebelumnya.

‘Pamali’ merupakan kata yang sering disebutkan di Indonesia, apalagi dalam kebudayaan jawa. Kata ‘Pamali’ digunakan untuk merujuk ke tindakan-tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. Hal ini karena tindakan tersebut dapat mendatangkan hal buruk pada yang melakukan.

Berangkat dari pengertian ini game, Pamali dibuat berdasarkan keputusan dari pemain. Seperti yang banyak diketahui, cara bermain game Pamali memang berdasarkan keputusan para pemainnya.

Jadi, para pemain yang memutuskan sendiri alur, item, dan arena yang dimasuki. Sampai akhirnya, para pemain bisa menemukan ending yang tidak tertebak dan membongkar akhir cerita dari arena yang dipilih.

Adaptasi Pamali Pada Film

Adaptasi game Pamali menjadi film cukup mencerminkan cara bermain gamenya. Filmnya sendiri berpusat pada toko bernama Rika dan Jaka. Rika yang dimainkan oleh Putri Ayudya pinah ke rumah baru yang menyimpan banyak misteri.

Pemilik sebelumnya telah melakukan berbagai hal yang harusnya tidak dilakukan atau Pamali sehingga mendatangkan terror bagi Rika dan Jaka. Tokoh Jaka sendiri diperankan oleh aktor bernama Marthino Lio.

Kedua tokoh ini dan tokoh-tokoh lainnya berusaha menemukan misteri dibalik kisah Pamali pemilik sebelumnya. Harapannya untuk menghentikan terror yang menimpah mereka.

Dengan mengusung konsep ini, dalam Berita Hiburan Terkini Seputar Game, film ini akan dipenuhi dengan nilai tradisi yang tidak dipercayai lagi oleh masyarakat yang lebih modern.

Nuansa horrornya yang mengangkat kesan dan cerita tradisional akan terasa lebih dekat dengan para penontonnya. Membuat film satu ini terasa lebih mencekam.

Related posts