Jangan Lupakan Kasus DBD, Kejadian Terbanyak di Kota Bandung dan Kota Depok

Jangan Lupakan Kasus DBD, Kejadian Terbanyak di Kota Bandung dan Kota Depok

TANTRUM – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tidka boleh dilupakan. Masyarakat harus selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ini.

Read More

Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya mengemukakan bahwa dalam satu tahun terakhir, tercatat ada sekitar 21.000 kasus DBD yang dilaporkan, dengan jumlah terbanyak ada di Kota Bandung dan Kota Depok. 

Untuk itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya kader PKK, kembali digerakkan untuk memberantas Demam Berdarah Dengue. 

“Dasawisma itu adalah paling dekat dengan keluarga, ada 10 keluarga yang akan didampingi oleh Tim PKK Dasawisma ini,” ucap Atalia, dalam sosialisasi “Wujudkan Indonesia Bebas dari DBD” di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Senin (22/8/2022). 

Baca Juga:VKTR Sediakan Bus Listrik Medium di Bandung

Selain itu, Atalia juga ingin menggalakkan kembali program Juru Pemantau Jentik (Jumantik), mulai dari lingkungan rumah masyarakat dan juga lingkungan sekolah-sekolah dasar.

“Penting sekali kader Jumantik digeliatkan kembali, bahkan SD-SD akan dimulai lagi gerakan jumantiknya, sehingga akan mampu untuk membantu wilayah sekitar minimal di lingkungan sekolah terhindar dari masalah DBD ini,” ucapnya.

Tiga Langkah Terpadu

Pemda Provinsi Jawa Barat mengutamakan tiga langkah terpadu, yakni pemahaman pada masyarakat (sosialisasi), pemberian bantuan obat-obatan, serta pengawasan, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Untuk mengantisipasi berbagai penyakit, termasuk di dalamnya ada DBD, memberikan pemahaman dahulu kepada masyarakat. Setelah memberikan pemahaman, kemudian memberikan bantuan obat dan pengawasan,” kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. 

Baca Juga:FiberStar – Huawei Kenalkan iMaster NCE di Technofeast Semarang

Uu menuturkan, ketiga langkah tersebut penting karena saling mendukung satu sama lainnya. Menurutnya, pemberian bantuan obat-obatan tidak dapat efektif tanpa adanya sosialisasi atau pemahaman terlebih dahulu. Pun demikian dengan pemahaman dan obat-obatan tak dapat berjalan optimal tanpa adanya pengawasan.

“Kalau hanya diberikan obat tanpa diberikan pemahaman, kadang-kadang tidak akan bisa efektif. Kemudian kalau hanya diberikan pemahaman tanpa ada obat dan pengawasan, siapa tau obatnya tidak dimakan,” tuturnya.

“Jadi tiga langkah dalam mengantisipasi DBD, termasuk dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat oleh Pemprov Jabar, mudah-mudahan berhasil dan sukses. Jabar masyarakatnya sehat semua,” imbuhnya.

#Jangan #Lupakan #Kasus #DBD #Kejadian #Terbanyak #Kota #Bandung #dan #Kota #Depok

Sumber : tantrum.suara.com

Related posts